Susu dan produk olahannya memang dikenal bernutrisi tinggi. Namun, ada
beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar susu dan produk olahannya
tersebut, bermanfaat bagi tubuh Anda.
Susu
Minum
susu di pagi hari bisa menimbulkan perasaan kenyang dan puas, serta
membantu Anda mengurangi pemasukan kalori di saat makan berikutnya.
Hindari menambahkan gula pada susu. Bila minum susu cair kemasan,
sebaiknya pilih yang tanpa rasa, sebab susu cair kemasan yang berasa,
umumnya mendapat tambahan gula.
Yoghurt
Selain
susu, sekarang cukup banyak hasil olahan susu yang tersedia di pasaran.
Susu yang sudah difermentasi, seperti yoghurt, kefir, atau dadih, lebih
baik dan lebih mudah dicerna. Itu sebabnya, yoghurt bisa diperhitungkan
sebagai makanan selingan yang menyehatkan.
Pilihan terbaik
adalah yoghurt alami yang masih mengandung bakteri baik lactobachilus
dan tanpa gula berlebihan. Pilihlah yoghurt rasa plain alias tawar.
Sesekali mengonsumsi yoghurt aneka rasa masih bisa ditoleransi. Agar tak
bosan, campur yoghurt tawar alami dengan buah segar, seperti irisan
pisang, semangka, stroberi, atau apel.
Frozen Yoghurt
Umumnya,
frozen yoghurt rendah lemak. Walaupun begitu, cukup makan dalam porsi
paling kecil saja. Pastikan Anda memilih topping buah segar dibandingkan
cookies, manisan buah, atau topping manis lainnya. Bila Anda tak tahan
untuk mengonsumsi frozen yoghurt porsi besar dengan topping yang manis,
lebih baik perhitungkan sebagai penganan mengenyangkan. Dengan begitu,
kurangilah porsi makan utama.
Keju
Keju
merupakan susu yang terkonsentrasi dengan rasa dan tekstur yang
beragam. Sama-sama mengandung kalsium, protein, dan lemak, namun keju
juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Meski terkadang hanya
berperan sebagai pelengkap menu, nilai nutrisi dan kalorinya juga cukup
tinggi.
Kalau Anda sangat menyukainya, konsumsilah keju, namun
dalam jumlah yang tak terlalu banyak. Konsumsi keju bersama pilihan
penganan sehat, seperti roti gandum, salad buah, dan sayur. Hati-hati
bila Anda mengonsumsi keju ‘penggembira’. Misalnya keju di atas pisang
goreng keju, roti bakar cokelat keju, atau brownies keju. Sebab
kalorinya bisa dipastikan cukup besar.
Mentega
Berhati-hatilah
dalam mengonsumsi mentega. Mentega bukanlah produk olahan susu yang
ideal untuk Anda yang sedang berdiet. Secara umum, mentega pun tidak
dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan.
Hal ini karena mentega
memiliki kalori yang tinggi dan mengandung lemak jenuh. Mentega juga
memuat kolesterol penyebab penimbunan lemak dan penyumbatan pembuluh
darah. Jadi, gunakan mentega dalam jumlah terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar