PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI

Suatu hari seorang teman pernah bercerita pada saya tentang anaknya. Seperti yang kita tahu, anak-anak terkenal dengan kepolosan, kelucuan dan keterkejutan. Untuk yang satu ini para pembaca sekalian pasti bertanya-tanya, mengapa bisa dikatakan keterkejutan. Kata-kata anak-anak memang selalu tidak terduga. Daripada terus dihinggapi rasa penasaran, saya mulai ceritanya.

Teman saya: “Kamu tadi lagi ngapain sama ayahmu, Teo?” (bertanya pada anaknya yang bernama Teo)
Teo: “Nonton film?”.
Teman saya: “Film apa to dik?”.
Teo: “Nggak tau buk, nggak sampai selesai, kayak film orang kerokan?”(dengan wajah dan nada suara polosnya).

Sontak saja teman saya langsung tertawa ngakak dengan jawaban anaknya yang masih duduk di bangku TK tersebut. Mungkin dari teman-teman ada yang tahu isi cerita ini. Ya cerita ini tak lain adalah mengisahkan tentang kegiatan anak yang sempat menonton sekilas adegan film porno, tapi tidak sampai akhir, mungkin hanya adegan pembuka.

Berikut ini akan saya ceritakan kisah yang lain.

Ada sebuah keluarga kecil (pasangan muda) dengan satu anak laki-laki berusia 5 tahun, mengontrak kamar atau kos kamar. Suatu siang yang amat terik si anak tadi keluar dari kamar kos.

“Lho siang-siang begini kok keluar to dik, nggak tidur siang?” tanya teman saya yang juga kos disitu. “Aku disuruh keluar sama papa,” jawabnya dengan wajah dan nada suara datar. “Kenapa disuruh keluar?” teman saya penasaran. “Soalnya papa bilang, papa sama mama mau push up,” jawab anak itu, lagi-lagi dengan kepolosannya. Akhirnya teman saya tahu, apa yang sedang terjadi di dalam. Sambil menahan tawa dia langsung kembali ke kamarnya.

Ada banyak cerita seputar si kecil, yang lucu dan menggemaskan untuk disimak. Satu cerita lagi yang akan saya hadirkan disini. Inilah kisahnya.

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan masih duduk di bangku TK terkejut ketika memasuki kamar yang tidak terkunci dan mendapati ayah ibunya sedang berhubungan badan. “Lho…ibuku diapain…,”teriak si anak. Sejak saat itu si anak menjadi benci dan menunjukkan sikap permusuhan terhadap ayahnya, karena dia merasa ayahnya telah menyakiti ibunya.

Selama ini, pendidikan seks untuk anak usia dini dianggap tabu di kalangan masyarakat. Mereka beranggapan bahwa pendidikan seks belum pantas diberikan pada anak kecil. Padahal dengan pendidikan seks yang diberikan sejak dini sangat berpengaruh dalam kehidupan anak ketika dia memasuki masa remaja. Apalagi anak-anak sekarang kritis, dari segi pertanyaan dan tingkah laku. Itu semua karena pada masa ini anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar. Pernahkah para pembaca mendengar tentang seorang anak yang bertanya “Adik bayi itu keluar dari mana?” atau “Adik bayi asalnya dari mana?”. Untuk itu perlu kiat-kiat khusus dalam memberikan pemahaman tentang seks kepada mereka. Biasanya tak jarang orangtua mengalihkan pembicaraan, kadang mereka membentak dan melarang anak untuk tak menanyakan hal tersebut. Selain itu jawaban yang diberikan malah terkesan ngawur. Padahal jawaban yang demikian bisa memicu anak untuk mengeksplor sendiri, karena mereka merasa penasaran dan berusaha mencari jawaban sendiri, apabila tidak mendapatkannya dari orangtuanya.

Melalui cerita ini, saya bermaksud berbagi cerita dan berbagi tips tentang cara memberikan pendidikan seks untuk anak usia dini. Ada beberapa tips dalam memberikan pemahaman anak tentang seks antara lain: Menanamkan rasa malu, misalnya dengan membiasakan anak untuk ganti baju di tempat tertutup; Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan, misalnya dengan berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya; Memisahkan tempat tidur mereka, terutama dengan saudara yang berjenis kelamin berbeda; Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu), untuk menanamkan dan menghormati privasi masing-masing saat berada di dalam kamar; Mendidik anak untuk menjaga pandangan matanya dari hal-hal yang mengandung unsur pornografi; Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin sekaligus juga mengajari anak tentang najis, membiasakan anak buang air kecil pada tempatnya (toilet), dengan begitu anak akan terbiasa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, secara tidak langsung mengajari anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya.

Pendidikan seks untuk anak-anak walaupun diberikan sejak dini juga harus memperhatikan faktor usia dan tingkat pemahaman anak. Beri penjelasan dengan bahasa yang dimengerti oleh anak. Pendidikan dapat diawali dengan mengenalkan identitas anak, mengenalkan perbedaan ciri-ciri tubuh anak perempuan dan laki-laki. Selanjutnya jelaskan pada anak tentang bagian tubuh yang tersembunyi, yang dianggap tabu untuk disebutkan namanya. Menjelaskan pada anak apa adanya bukan berarti jorok. Memang tidak gampang memberikan penjelasan tersebut. Yang penting sesuai. Yang tidak kalah penting adalah menciptakan hubungan yang baik dengan anak, dengan begitu anak akan mudah menerima masukan dari orangtua, dan yang tidak ketinggalan adalah membina hubungan kerjasama dengan pihak sekolah, dengan tujuan pergaulan anak di sekolah dapat terpantau, dan tidak ada salahnya pendidikan seks untuk anak juga diadakan di sekolah.

Dengan demikian anak sudah mempunyai bekal untuk kehidupannya kelak ketika menginjak masa remaja dengan menjaga dirinya sebaik mungkin. Selain itu anak menjadi tahu batasan dan sebab akibat dari bahaya pergaulan bebas.

pendidikan-seks-untuk-anak-usia-dini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar